Warnet and Counter HP
Aku inget bbrp waktu yang lalu, pernah jalan-jalan kayak orang ilang di beberapa tempat yang aku suka. Diantaranya bbrp warnet dan counter hp. Kaget dan sedikit merasa tidak nyaman ketika banyak anak2 setingkat SD SMP dan SMA yang punya modal, bawa hp yang aku sendiri gak mampu untuk beli. lebih kaget lagi waktu aku lihat mereka bisik2 gak taunya mrk ngomongin gambar-gambar porno dan video porno via hp. weewww..... luar biasa. HP semahal itu hanya utk nyimpen konten2 kayak gitu...byuh...byuh..byuh
Di warnet yang agak sering aku kunjungin, aku juga lihat bbrp anak setingkat SD, SMP dan SMA putra maupun putri sedang browsing di pc yang disewakan di warnet itu. Apa sih yang mereka lihat? kebetulan admin nya aku sdh kenal lama, maklum sebelum di kantor ada akses internet aku sering ketemu mas admin itu utk sewa selama bbrp jam. Gak banyak yg bisa aku ucapkan saat tahu apa yg mereka lihat di situs2 yang mereka kunjungi. Gileee benerrrr... photo2 wanita telanjang dan video2 adegan mesum. weeeewww...lagi2 kok ya gitu.
Kacaunya gak ada tuh yang ngatur tentang hal ini, kok ya produk teknologi informasi yang sedemikian canggihnya kok hanya utk memuaskan syahwat.
Pingin dech...ada suatu peraturan minimal peraturan daerah yang ngatur tentang kegiatan warnet dan counter hp yang detailnya termasuk TIDAK MELAKUKAN TRANSFER DALAM BENTUK APAPUN YANG BERUPA KONTEN PORNO. Untuk pengguna dan pelanggan yang masih dibawah umur. Kategori dibawah umur kalau sekitar dibawah 21 tahun aku rasa cukup.
Prihatin banget lihatnya...
Sedikit usulan nech untuk warnet, mungkin meyediakan beberapa pc khusus untuk para pengguna yang dewasa dan bbrp pc khusus utk pengguna yang blm dewasa. Untuk counter HP aku kira sdh cukup dengan berbagai warning dan pembinaan yang kontinyu.
Temen2 yang punya warnet dan mungkin tergabung dengan AWARI aku rasa punya kewajiban utk memberi kontribusi dalam hal ini, Untuk yang counter HP kayaknya gak ada suatu kelompok tertentu yang menjadi naungan bagi mereka ya...
Jangan sampai dech penggunaan produk teknologi informasi malah menjadi jalur tol bagi akses situs2 dan akses konten2 yang merusak moral saudara2 kita yang masih muda usia.
semoga ada yang peduli....

