Friday, October 24, 2008

Wakil Rakyat yang (benar-benar atau Tidak Benar2) mewakili Rakyat

Sudah bukan merupakan rahasia umum bila di masa2 belakangan ini yang
namanya Wakil Rakyat alias Anggota DPR di berbagai tingkatan menjadi
sorotan publik (baca: rakyat).

Polah tingkah mereka yang semangat dan atraktif serta cerdas dan cermat
dalam berbagai rapat2 ternyata tidaklah terlihat, mereka lebih atraktif
ketika melakukan pembohongan publik, korupsi, penyalahgunaan wewenang
dan lain-lain.Mereka lebih merupakan cerminan wakil partai di
sekumpulan orang-orang yang memperjuangkan kepentingan pribadi dan
golongan nya sendiri.
Saya masih ingat ketika dalam suatu acara yang di tayangkan oleh TV One
dimana seorang wakil rakyat (kebetulan seorang perempuan cantik dan
mantan putri Indonesia) yang begitu menggebu gebu memberikan pernyataan
tentang keberhasilan dirinya dan wakil partainya dalam usaha-usaha
mensejahterakan rakyat dan berikutnya pula disodorkannya bukti-bukti
statistik yang (katanya) membaik dan menuju ke arah yang benar bagi
bangsa ini.
Apakah wakil rayat ini tidak melihat realita yang ada sekarang?
mereka teriak2 tentang keberhasilan mereka tapi untuk siapa
keberhasilan mereka itu? Untuk dirinya sendiri dan partainya dan
segelintir golongan kecil. Sedangkan mereka berdiri eee..duduk ding, di
gedung dewan yang terhormat wakil rakyat sebagai pengejawantahan rakyat
negara ini. Kenapa hanya keberhasilan diri, partai dan sedikit orang
yang mereka acung2kan. Mana keberhasilan mereka mensejahterakan rakyat
negeri ini secara umum?
Lebih ngeri lagi ketika kepentingan rakyat menjadi nomor sekian
dibandingkan dengan kepentingan politik mereka. Semisal, dana
pendamping untuk bantuan rakyat agar rakyat dapat lebih mandiri dan
sejahtera dalam kehidupannya malah mereka tolak dengan alasan tidak ada
payung hukum dan lain-lain. Senyatanya mereka sedang bermain di
panggung politik dan melupakan identitas dirinya sebagai Wakilnya
rakyat.
Ada juga wakil rayat yang benar2 mewakili rakyatnya.
Bukan berarti mereka mewakili kepentingan rakyat dan mewakili aspirasi
serta berjuang untuk rakyat.
Coba kita tengok betapa indahnya hidup sebagai wakil rakyat.bergaji besar, tunjangan melimpah, honor membanjir, kalau masih kurang
kepututsan-keputusan mereka mengenai suatu hal juga bisa menghasilkan
pemasukan. Contohnya keputusan mengenai alih fungsi suatu lokasi,
keputusan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tarif, produksi dan
industri.
Mereka para wakil rakyat mengumpulkan uang dari hal-hal seperti itu dan
mereka mewakili rakyatnya dalam hal kesejahteraan. Rakyat belum
sejahtera sdh mereka wakili dengan sejahtera terlebih dahulu.Rakyat masih antri BBM mereka sdh tdk perlu antri krn dapat jaminan
alias voucher dari yang mengelola kekayaan negara di bidang
perminyakan.
Mereka juga pandai dan cerdas dalam hal membuat buat permasalahan
menjadi aturan yang sebenarnya tidak perlu namun menjadi penting karena
ada duitnya. Toh setiap rapat mereka dapat uang rapat, hasil rapat
itupun menjadi tidak penting karena semakin sering mereka rapat semakin
sering uang rapat mengalir. Pembahasannya muter2 ngalor ngidul nggak
karuan ya EGP yang penting uang rapat tetap diterima.
Saat2 seperti ini bahkan karena saking pedulinya mereka pada rakyat (berhubung akan mencalonkan dirinya kembali) mereka menmabah mata kail dan pancing mereka menjadi jala yang besar dan ketat rongganya. Misalnya dengan ikut serta mengelola proyek yang sdh mereka putuskan anggarannya dalam rapat anggaran. Istilahnya titip. Titip bisa memiliki beberapa arti bisa titip fee bisa juga titip ikut mengerjakan dengan profit yang tinggi. Duitnya buat nyalon dan sekaligus memberi permen manis kepada para pemilih dirinya tapi jangan lupa setelah rakyat memilihnya mereka dalam jangka waktu yang lamaaaaa sekali akan melupakan rakyat.
Masih pingin punya wakil rakyat?
Kalau bukan karena konstitusi negara kita, saya sudah nggak mau punya wakil rakyat.

2 Comments:

At 16:51 , Anonymous Q-thrynx said...

walaupun gak hasil konstitusi mungkin saya masih mau, asal pemilu tiap tahun sekali..
biar rakyat diperhatikan terus :D

 
At 09:05 , Blogger Untung Pribadi said...

lha cuman diperhatikan thok mas...
tidak disejahterakan...mau?

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home