Friday, January 26, 2007

Republik Mimpi...

Kita semua harus ngerti
Negri ini lagi susah
Tapi kita jangan menyerah
Lihat sisi terangnya
Kritik itu biasa, manusia ada lemahnyaaaaaa
Ayo kita semua bangun dari mimpi
berbuat segera sekecil apapun
we welcome you the dreaming country
selamat datang di republik mimpi

Kritik sana sini asal bijaksana
Janji sana sini asal terlaksana
we welcome you to the dreaming country

Diatas adalah syair lagu yang biasa dinyanyikan saat mulai acara news dot com di MetroTV setiap hari minggu jam 21.30 (perasaan dulu gak minggu malem dech tayangnya).
news dot com acara yg unik dan menarik yg diluncurkan utk melakukan kritik terhadap negara tetangga (begitu sebutannya bagi Republik Indonesia).
Republik mimpi saya pikir tadinya hanyalah acara plesetan alias parodi yang mengundang ketawa belaka, tapi setelah lama saya ikuti ternyata lbh banyak makna yg bahkan tak terpikirkan pada awalnya.
Bayangin aja, disitu ada Butet Kertaradjasa yang berperan sebagai SBY (Si Butet Yogya) dan juga Sudjarwo yang berperan sebagai Jusuf Kalla (awal2nya diperankan oleh Kelik Pelipur lara, komedian asal Yogya, yg entah kenapa tergeser oleh Sudjarwo mungkin krn plesetannya terlalu banyak sehingga ngessss nya kurang).
Ditampilkan juga pemeran2 lain yang berperan sebagai mantan2 Presiden Republik Mimpi (Gus Pur = Gus Dur, Megakarti = Megawati, Habeibei = Habibie) dan juga pejabat2 dengan sebutan yang aneh2. Lebih lengkap lagi dengan mumculnya dua peran sebagai penasehat politik yang dijabat oleh Suko Widodo dan Pak Effendy.
Sbg sebuah negara bo'ong2an, tentu saja banyak juga masalah yg bo'ong2an juga yg sebenernya secara realita masalah itu terjadi di Republik Indonesia. Pembahasan yang amat asyik dengan ciri khas kritik yang cerdas walau kadang sedikit ngelantur. Kritik yang dibangun jelas bukan kritik soal kacangan atau asal hot saja namun juga mengandung makna agar terjadi perbaikan tanpa menyakitkan bagi yang menerima kritik. Jauh dari kritik yang kasar memang dan sedikit perlu ketelatenan untuk memahami apa yg sesungguhnya ingin disampaikan.
Sering juga menampilkan berbagai tokoh dari negara aslinya yg lbh sering disebut sbg Negara Tetangga.
Sisi lain yang amat perlu diperhatikan mungkin adalah bagaimana cara kita mengkritik suatu kebijakan tanpa terasa kritik itu tersampaikan dan dinikmati oleh yang dikritik tanpa rasa sebel, malu, marah dan rasa yang nggak enak lainnya.
Intinya sih, boleh mengkritik namun juga harus mau dikritik... agar seimbang.
orang boleh berteriak soal demokrasi kepada orang lain, namun bila demokrasi itu dihadapkan kepada nya harusnya juga bisa menerima sebagaimana mestinya.
Sudah ach...semoga kita tetep eksis dan melakukan perbaikan dengan adanya kritikan.
Jangan takut mengkritik, tapi juga harus mau nerima kritik...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home